latest sermon
A discourse for the purpose of religious
Yesus adalah Roti Hidup
Pastor:
Categories:

Manusia diselamatkan daň beroleh hidup yang kekal hanya melalui Injil Yesus Kristus yang murni, yang adalah roti hidup itu, bukan dengan mukjizat-mukjizat. Telah banyak tercatat dalam Alkitab bahwa dengan pemberitaan Injil yang sepenuhnya daň murnilah (misalnya padá kotbah Petruš di hari Pentakosta, 3000 orang percaya kepada Tuhan) manusia akan sungguh-sungguh ikut Tuhan, dengan motivasi benar, sekalipun HARUS tanpa mendapat pemenuhan akan hál-hal jasmani, materi daň dunia.

Akulah Roti Hidup. Iní adalah ungkapan pertama dari ucapan "AKULAH" yang terdapat dalam Injil Yohanes. Dalam perikop iní, Tuhan Yesus berusaha memperdalam pemahaman orang-orang akan kebenaran.

Orang banyak waktu itu mulai mencari Yesus, tetapi kemudian mereka mulai mencari suatu tanda dari Dia. Mereka memulai dengan menyinggung peristiwa pemberian manna di padang gurun di zaman Musa. Para guru Yahudi mereka mengajarkan bahwa apabila Mesias datang, Ia akan menurunkan manna dari langit (lih. Kel. 16). Apabila Yesus benar-benar darang dari Surga, biarlah Dia membuktikannya dengan menurunkan manna dari Surga. Mereka ingin "melihat daň percaya". Tuhan ingin mereka fokus kepada Sang Pemberi kehidupan (disimbolkan manna) bukan kepada manna secara fisik.

Tuhan Yesuslah satu-satunya Sang Roti Kehidupan, yang memberi nenek moyang mereka manna yang fana. Bahkan dalam tata bahasa yunaninya menunjukkan hál iní dengan adanya kata sandang yang tertentu (definite article), sebelum kata roti "ο αρτος - HO ARTOS". "roti kehidupan" yang Tuhan Yesus tawarkan juga adalah roti yang benar-benar memuaskan. Ini dilihat jelas dalam ucapan, "tidak akan lapar, dan tidak akan haus."

Semua jenis roti lain, seperti manna di padang gurun, tetap tidak memuaskan sepenuhnya. Masih ada hasrat yang belum dipenuhi: kita akan lapar lagi. Sebaliknya, setelah kita merasakan Yesus (bertobat daň percaya kepadaNya), cicipan itu akan membatalkan keperluan untuk sesuatu lain yang dapat memuaskan dan memenuhi hasrat kita.

Dalam pengajaran ini, Tuhan Yesus juga menegaskan, bahwa tujuan-Nya datang ke dunia ini bukan untuk memberikan makanan yang hanya dapat mengenyangkan tubuh jasmani yang bersifat sementara, melainkan makanan yang memelihara kehidupan rohani dan memberi hidup yang kekal.

Dengan mentransformasikan diri-Nya menjadi roti hidup, Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai pusat dan Pemilik kehidupan universal. Sebab siapapun yang memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya, pasti mendapatkan hidup kekal, bahkan dibangkitkan pada akhir zaman (Yohanes 6:54). Pernyataan ini sekaligus bermakna, bahwa menolak Sang Roti Hidup berarti adalah kebinasaan.

Orang banyak itu menginginkan roti secara fisik supaya mereka tidak perlu lagi bekerja keras untuk mempertahankan hidup. Orang-orang pada mäsa kini masih menghendaki Tuhan Yesus hanya karena keuntungan yang dapat diberikan-Nya.

Hál yang sama Tuhan harapkan dari setiap kita. Sungguhkah kita berfokus kepada Sang Roti Hidup daň bukan kepada roti yang fana? Pikirkanlah yang utama kepada hal-hal rohani daň pengajaran firman. Banyak orang sanggup untuk menghabiskan waktu, tenaga daň pikirkannya untuk hal-hal jasmani-materi-duniawi, tetapi hanya orang benar yang sungguh-sungguh tulus kepada Tuhan daň kebenaran, yang melakukan juga untuk perkara-perkara rohani.

Marilah datang daň kecap-cicipi-rasakan Sang roti hidup yang dapat memberi anda kepuasan yang penuh dan hidup kekal. Pelajarilah setiap pengajaran firman Tuhan, ujilah daň peganglah yang benar (1 Tes. 5:21), yang artinya menjadikan itu bagian dalam hidupmu.

Tuhan Yesus, Sang Khalik daň Hidup Kekal yang menyertai kita semua, Maranatha!

list of sermons
Our lives in praising God
“Wherever the bishop appears, there let the people be, even as wheresoever Christ Jesus is, there is the catholic church.”
Ignatius of Antioch